Selasa, 04 November 2025

Hakikat Sekolah Maju

Posted by Jajang Nurjaman On November 04, 2025 | No comments
     Sekolah maju bukan tentang banyaknya kegiatan, tapi tentang sejauh mana sekolah memahami "Makna Belajar".
     Sekolah maju bukan karena bangunannya megah, dan bukan pula karena bamyak programnya, ia maju karena nilai-nilai dan kesadaran tentang "Apa Itu Mendidik Manusia".
     Guru dan anak didik yang sadar akan "Makna Belajar", tidak akan sibuk mengejar nilai, mereka "Mencari Arti Setiap Pelajaran", bukan sekedar angka di rapot, "Kesadaran Adalah Akar Dari Segala Perubahan.
     Sekolah tanpa refleksi hanyalah "Pabrik Kegiatan", sekolah yang maju, setiap pengalaman diurai kembali, apa yang dipelajari hari ini?, apa yang bisa diubah besok?, "Dari Refleksi Lahir Kebijaksanaan".
     Sekolah maju, tidak berdiri di atas ego guru, tapi di atas kerja bersama, guru, anak didik, orang tua dan lingkungan semua bagian dari "Ekosistem Belajar", tanpa kolaborasi, visi pendidikan akan selalu jadi wacana yang menggantung.
     Sekolah yang kehilangan salah satu dari tiga pilar ini, akan pincang, sibuk tapi tanpa kesadaran, pintar tapi tanpa refleksi, ramai tapi tanpa kolaborasi.
     Kemajuan sekolah bukan hasil dari proyek tahunan, hal itu lahir dari budaya berfikir, budaya mendengar, dan budaya berkolaborasi setiap hari, "Maju Bukan Berarti Cepat, Tapi Maju Adalah Tumbuh Dengan Arah Yang Benar".

Minggu, 02 November 2025

SUSUNAN PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH PAMEUNGPEUK

Posted by Jajang Nurjaman On November 02, 2025 | No comments

 




Jumat, 31 Oktober 2025


Pameungpeuk, 31 Oktober 2025 — Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan terasa di Masjid Al-Insyiroh, PRM Mandalakasih, saat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pameungpeuk menggelar pengajian Tabligh Akbar yang rutin dilaksanakan pada Jumat ke-5 yang bertepatan dengan peringatan Milad ke-60 KOKAM yang harus nya diadakan pada tanggal 1 Oktober sesuai lahirnya KOKAM, dikarenakan adanya pengajian Jumat ke-5 maka acara milad dimundurkan bersam pengajian PCM.

Acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Muhammadiyah untuk memperkuat ukhuwah dan semangat pengabdian dalam meniti jalan dakwah.
Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB, diawali dengan pembukaan oleh MC dari Nasyiatul Aisyiyah serta penampilan paduan suara santri Pondok Pesantren Al Manaar yang menambah suasana religius dan semarak.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PCPM Pameungpeuk, Fahmi Moh Ansori, M.Hum, yang juga selaku Panglima KOKAM Pameungpeuk. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada PCM dan PRM Mandalakasih yang telah memfasilitasi kegiatan milad KOKAM, serta memberikan apresiasi kepada seluruh kader KOKAM yang terus berkhidmat untuk persyarikatan dan umat.

“KOKAM telah menjadi garda terdepan dalam menjaga, melayani, dan menggerakkan dakwah persyarikatan. Semoga semangat juang dan pengabdian ini terus menyala di hati setiap kader,” ujar Fahmi dalam sambutannya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PCM Pameungpeuk, Bapak Saeful Hayat, S.Pd. Beliau mengapresiasi semangat para pemuda Muhammadiyah yang terus aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan.

“Pemuda Muhammadiyah harus terus melangkah ke depan. Inilah saatnya kita tampil dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya penuh semangat.

Puncak acara diisi dengan tabligh akbar oleh Ustadzah Dra. H. Devi Sopiah Samsudin, M.Sos dengan tema “Meniti Dakwah dengan Ukhuwah.” Dengan gaya penyampaian yang lugas, penuh humor, dan menyentuh hati, Ustadzah Devi mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah dalam tubuh Muhammadiyah.

“Ukhuwah adalah ruh dakwah. Muhammadiyah bukan hanya untuk warga Muhammadiyah, tetapi untuk seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia,” tutur beliau. “Jiwa kemanusiaan harus menjadi napas setiap kader Muhammadiyah — menolong tanpa pandang bulu, melayani tanpa pamrih.”

Kehadiran jamaah dari berbagai unsur persyarikatan, termasuk PCM dan PCA se-Regional Garut Selatan, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan solidaritas antarwarga Muhammadiyah. Tak ketinggalan, bazar dari warga persyarikatan Pameungpeuk turut meramaikan acara dengan berbagai produk lokal dan hasil karya usaha warga Muhammadiyah Pameungepuk. 

Antusiasme terlihat jelas, terutama dari kalangan ibu-ibu Aisyiyah yang tampak khusyuk dan gembira mengikuti ceramah dengan penuh semangat. Gelak tawa sesekali pecah saat Ustadzah Devi menyelipkan humor ringan, namun tetap sarat makna dakwah.

Refleksi: Ukhuwah sebagai Napas Gerakan
Acara ini bukan sekadar peringatan milad, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dakwah Muhammadiyah melalui semangat ukhuwah. Dalam usia enam dekade, KOKAM terus membuktikan diri sebagai benteng moral dan sosial yang siap berkhidmat tanpa lelah dalam menjaga aset-aset persyarikatan dan bersama ayahnda PCM, KOKAM dan Pemuda siap mengawal estapet perjuangan di Persyarikatan Muhammadiyah. 

Melalui tabligh akbar ini, semangat “Meniti Dakwah dengan Ukhuwah” diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh warga persyarikatan — bahwa kekuatan sejati gerakan Muhammadiyah terletak pada solidaritas, ketulusan, dan pengabdian bersama.

Fahmi Moh. Ansori, M.Hum.
(Ketua MPKSDI Pameungpeuk / Ketua PCPM Pameungpeuk)

Kamis, 30 Oktober 2025

Kepemimpinan Kolektif Kolegial

Posted by Jajang Nurjaman On Oktober 30, 2025 | No comments
Pada persyarikatan Muhammadiyah kita tidak asing lagi dengan istilah kolektif-kolegial. Lalu bagaimana penjelasannya? Yuk kita simak!

Istilah kolektif kolegial berasal dari dua kata, yaitu kolektif berarti bersama-sama atau dilakukan oleh suatu kelompok secara bersama, bukan oleh individu dan kolegial berarti bersifat sejajar atau setara dalam wewenang dan tanggung jawab.

Jadi, kolektif kolegial adalah sistem atau prinsip kerja di mana suatu keputusan atau tanggung jawab diambil dan dijalankan bersama-sama oleh beberapa orang yang memiliki kedudukan sejajar (tidak ada yang lebih tinggi secara otoritas dalam pengambilan keputusan).

Dalam sistem kolektif kolegial, semua anggota memiliki:
a. Tanggung jawab bersama terhadap keputusan yang diambil,
b. Hak dan kewajiban yang sama dalam menentukan arah kebijakan atau tindakan,
c. Musyawarah dan mufakat sebagai dasar utama dalam membuat keputusan.

Contoh penerapan:
Pimpinan dalam organisasi Muhammadiyah bekerja secara kolektif kolegial — artinya, keputusan diambil bersama oleh seluruh anggota pimpinan, bukan hanya oleh satu ketua atau satu anggota saja.

Kesimpulan:
Kolektif kolegial berarti kerja sama sejajar dalam tanggung jawab dan pengambilan keputusan secara bersama-sama.

Minggu, 26 Oktober 2025

 



Alhamdulillah pada malam ini Sabtu 25 Oktober 2025 Rapat Kerja (RAKER) Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) telah usai dilaksanakan yang bertempat di Kantor Cabang Muhammadiyah Pameungpeuk, yang dimulai pada pukul 19.30 - 23.30 WIB.

Forum ini bukan hanya sekadar agenda struktural, melainkan ruang perenungan kolektif, tempat merumuskan ikhtiar terbaik untuk beberapa tahun ke depan. Satu hal yang menjadi pijakan awal dalam refleksi ini adalah realitas jumlah personil kita yang relatif sedikit.

Kita menyadari keterbatasan ini, namun kita menolak menjadikannya sebagai hambatan, apalagi alasan untuk surut. Justru, kondisi ini harus kita jadikan sebagai cambuk semangat dan momentum untuk meningkatkan kualitas, bukan kuantitas.

✊ Refleksi Hasil Rapat Kerja Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah: Energi Kecil, Kontribusi Maksimal 

Alhamdulillah pada malam ini Sabtu 25 Oktober 2025 Rapat Kerja (RAKER) Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) telah usai dilaksanakan yang bertempat di Kantor Cabang Muhammadiyah Pameungpeuk, yang dimulai pada pukul 19.30 - 23.30 WIB.

Forum ini bukan hanya sekadar agenda struktural, melainkan ruang perenungan kolektif, tempat merumuskan ikhtiar terbaik untuk beberapa tahun ke depan. Satu hal yang menjadi pijakan awal dalam refleksi ini adalah realitas jumlah personil kita yang relatif sedikit.

Kita menyadari keterbatasan ini, namun kita menolak menjadikannya sebagai hambatan, apalagi alasan untuk surut. Justru, kondisi ini harus kita jadikan sebagai cambuk semangat dan momentum untuk meningkatkan kualitas, bukan kuantitas.

🌟 Visi Besar di Tengah Keterbatasan
Hasil Raker telah melahirkan program kerja yang fokus dan terukur. Ini adalah cerminan dari semangat: " Sedikit tapi Bervisi Jelas, Terbatas tapi Berdampak Luas ." Kita tidak perlu memiliki program yang melimpah, tetapi kita wajib memastikan setiap langkah yang kita ambil memiliki multiplier effect (efek berganda) yang terasa nyata, baik bagi Persyarikatan maupun Umat.

Fokus utama kita adalah:
 🔥 Penguatan Internal (Kualitas Kader): Dengan personil terbatas, setiap individu harus memiliki kapasitas ganda. Program kaderisasi harus lebih intensif, fokus pada pendalaman ideologi, kepemimpinan, dan keterampilan praktis yang dibutuhkan masyarakat.

🔥 Aksi Nyata dan Kontribusi Spesifik: Kita tidak ingin hanya rame di kertas. Kita akan memilih beberapa program unggulan yang high impact, misalnya, dalam isu-isu ekologi, respon terhadap krisis iklim atau kegiatan sosial-kemanusiaan yang spesifik di wilayah Cabang kita, dimana wilayah selatan merupakan wilayah yang agraris sekaligus wilayah bahari.
 
🔥Kolaborasi dan Sinergi:
Keterbatasan personil adalah sinyal untuk merangkul pihak lain. Kita akan mengoptimalkan kolaborasi dengan internal persyarikatan dari mulai Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Aisiyah serta ortom-ortom yang lain.

💡 Kontribusi Nyata untuk Persyarikatan dan Umat 

Kita berharap, melalui ketulusan, militansi, dan fokus program hasil Raker ini, Pemuda Muhammadiyah Cabang Pameungpeuk ini mampu menjadi motor penggerak bagi ide-ide baru dan kemajuan di tingkat Cabang, siap menjadi garda terdepan dalam merawat aset-aset persyarikatan,memberikan solusi atas permasalahan riil di masyarakat, menjadi kekuatan moral (moral force), kontrol sosial (social control), dan yang terpenting, pelayan umat (khadimul ummah) yang senantiasa menebar kebaikan.

 fastabiqul khairat

Ketua PCPM Pameungpeuk
Fahmi Moh. Ansori, M.Hum.


Pemimpin Itu Penting Memahami Model Kepemimpinan Yang Efektif

Posted by Jajang Nurjaman On Oktober 26, 2025 | No comments

 

Kepemimpinan yang efektif adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mempengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi orang lain agar bekerja bersama mencapai tujuan bersama secara optimal, dengan tetap menjaga keharmonisan dan integritas tim atau organisasi.

🧭 1. Pengertian Kepemimpinan yang Efektif
Kepemimpinan yang efektif berarti pemimpin tidak hanya berkuasa atau memberi perintah, tetapi mampu menginspirasi, mendengar, dan menggerakkan orang lain menuju visi yang telah ditetapkan. Pemimpin efektif menciptakan suasana kerja yang produktif, penuh kepercayaan, dan saling menghargai.

💡 2. Ciri-ciri Kepemimpinan yang Efektif
Beberapa ciri utama kepemimpinan yang efektif antara lain:
1. Memiliki visi dan misi yang jelas – tahu ke mana organisasi harus berjalan.
2. Komunikatif – mampu menyampaikan ide dengan jelas dan mendengarkan masukan bawahan.
3. Teladan (role model) – menjadi contoh dalam sikap, disiplin, dan integritas.
4. Mampu mengambil keputusan dengan bijak – cepat, tepat, dan berdasarkan data serta nilai-nilai moral.
5. Mampu memotivasi dan memberdayakan tim – membuat anggota merasa dihargai dan bersemangat.
6. Adaptif dan fleksibel – tanggap terhadap perubahan dan mampu menyesuaikan strategi.
7. Empatik – memahami kebutuhan dan perasaan orang lain.

⚙ 3. Gaya Kepemimpinan yang Efektif
Tidak ada satu gaya yang paling benar, namun kepemimpinan yang efektif sering menggunakan kombinasi gaya berikut:
Kepemimpinan Transformasional: menginspirasi dan memotivasi tim untuk berkembang.
Kepemimpinan Partisipatif (Demokratis): melibatkan anggota tim dalam pengambilan keputusan.
Kepemimpinan Situasional: menyesuaikan gaya dengan kondisi dan tingkat kesiapan anggota.

🧠 4. Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kepemimpinan
1. Kepribadian pemimpin (integritas, kepercayaan diri, empati).
2. Kemampuan komunikasi dan manajerial.
3. Budaya organisasi dan lingkungan kerja.
4. Motivasi serta tingkat kedewasaan bawahan.
5. Situasi dan konteks organisasi.

🌱 5. Dampak Kepemimpinan yang Efektif
1. Meningkatkan produktivitas dan kinerja tim.
2. Membangun loyalitas dan kepercayaan.
3. Mengurangi konflik internal.
4. Mendorong inovasi dan kolaborasi.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang positif dan beretika.

✨ Kesimpulan
Kepemimpinan yang efektif bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang pengaruh positif dan keteladanan.
Pemimpin yang efektif mampu menyatukan visi, membimbing tim, dan menumbuhkan potensi setiap individu untuk mencapai keberhasilan bersama.


Selasa, 24 Juni 2025

PCM PAMEUNGPEUK PERIODE 2022 - 2027

Posted by Jajang Nurjaman On Juni 24, 2025 | No comments

SK PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH PAMEUNGPEUK
PERIODE 2022 - 2027

SUSUNAN MAJELIS DAN LEMBAGA
PCM PAMEUNGPEUK 
PERIODE 2022 - 2027

Majelis Tarjih dan Tajdid
Ketua: Asep Munawar
Sekretaris: Nur Nurdin Hasan

Majelis Tabligh
Ketua: Sugiarto, S.Ud.
Sekretaris: Nur Nurdin Hasan

Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal
Ketua: Ridwan Firmansyah, S.Pd.
Sekretaris: Ajat Sudrajat, S.Pd.

Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani
Ketua: Fahmi Moh. Ansori, M.Hum.
Sekretaris: Wahyudin

Majelis Pembinaan Kesehatan Umum
Ketua: dr. Harsul Hadi Abdillah
Sekretaris: Irfan Firdaus

Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial
Ketua: Iwan Setiawan, S.Hi.
Sekretaris: H. Wowo Zaeni Ihsan

Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata
Ketua: Rahmat Hidayat
Sekretaris: H. Wowo Zaeni Ihsan

Majelis Pendayagunaan Wakaf
Ketua: Tian Sutriana
Sekretais: Tendi Fibriana

Majelis Pemberdayaan Masyarakat
Ketua: Nurdin Nugraha
Sekretaris: Idi Masna

Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia
Ketua: Irlan Hakim, M.H.
Sekretaris: Nia Kurnia, S.Sos.I., M.Pd.

Majelis Lingkungan Hidup
Ketua: Anton Bahtiar
Sekretaris: Idi Masna

Majelis Pustaka dan Informasi
Ketua: Nurdin Nugraha
Sekretaris: Fahmi Moh. Ansori

Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan
Ketua: H. Hamdani, S.Pd.,  M.M.
Sekretaris: H. Wowo Zaeni Ihsan

Lembaga Resiliensi Bencana
Ketua: Iip Mahmud Alipin
Sekretaris: Irfan Firdaus

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah
Ketua: Sopyan Adnan
Sekretaris: Tendi Fibriana

Lembaga Seni Budaya
Ketua: Toni Ahmad Rafiki
Sekretaris: Ilham Al-Muqsith, S.Sos.I.

Lembaga Pengembangan Olahraga
Ketua: H. Asep Sobar Darana
Sekretaris: Nia Kurnia, S.Sos.I., M.Pd.

Lembaga Dakwah Komunitas
Ketua: M. Ali Rusdan
Sekretaris: Nur Nurdin Hasan

PIMPINAN RANTING MUHAMMADIYAH
SECABANG PAMEUNGPEUK

Pentingnya Ngaji Bagi Warga Muhammadiyah

Posted by Jajang Nurjaman On Juni 24, 2025 | No comments
Oleh: Ust. Iin Gunawan, S.Pd.I., M.Si | Mudir Ma'had Al Manaar

Makna pengajian di Muhammadiyah bukan sekadar aktivitas keagamaan biasa, tetapi memiliki nilai strategis dalam membangun peradaban umat yang berkemajuan. Berikut beberapa makna penting dari pengajian dalam lingkungan Muhammadiyah:

1. Sarana Pembinaan Ideologis
Pengajian menjadi media untuk menanamkan dan menguatkan paham Islam Berkemajuan sesuai dengan manhaj tarjih Muhammadiyah, sehingga warga dan simpatisan tetap berada dalam rel perjuangan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

2. Pencerahan dan Pemurnian Aqidah
Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan tajdid (pembaharuan), maka pengajian menjadi sarana untuk memurnikan akidah dari praktik syirik, bid’ah, dan khurafat, menuju pemahaman Islam yang murni berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah al-maqbulah.

3. Peningkatan Literasi Keislaman
Pengajian Muhammadiyah memberikan pemahaman Islam secara rasional, kontekstual dan mencerahkan, bukan hanya bersifat ritualistik. Materinya meliputi tafsir, fikih, akhlak, sejarah Islam, bahkan isu-isu kontemporer.

4. Media Konsolidasi Jamaah dan Kaderisasi
Pengajian menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, serta rekrutmen kader. Warga Muhammadiyah yang aktif mengikuti pengajian lebih mudah diarahkan untuk terlibat dalam amal usaha dan program dakwah lainnya.

5. Penguatan Spirit Gerakan Sosial
Pengajian bukan hanya berisi nasihat rohani, tapi juga mendorong gerakan sosial-keumatan, seperti kepedulian pada pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga tanggap bencana.

6. Pendorong Etos Ilmu dan Amal
Pengajian Muhammadiyah mengajarkan bahwa Islam adalah agama ilmu dan amal. Maka pengajian harus melahirkan pribadi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan sosial.

7. Pembentukan Keluarga dan Masyarakat Islami
Lewat pengajian, warga dibekali ilmu untuk membina rumah tangga sakinah dan menjadi bagian dari masyarakat yang beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.

Penutup
Pengajian di Muhammadiyah bukan hanya rutinitas, tapi bagian dari jihad intelektual dan dakwah pencerahan. Karena itu, pengajian perlu terus dikembangkan baik dari segi materi, metode, maupun pesertanya agar benar-benar menjadi sumber energi spiritual dan sosial bagi umat. (jn.***)

Sabtu, 17 Juni 2023

LP2PPM Adakan Workshop Pengembangan Pesantren Muhammadiyah

Posted by Jajang Nurjaman On Juni 17, 2023 | 1 comment

 


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum..

Workshop III

Alhamdulillah untuk kegiatan workshop III yang diselenggarakan oleh LP2M PP Muhammadiyah (16-18 Juni 2023) telah dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat bp. Prof. DR. Ahmad Dahlan, beliau menyampaikan beberapa hal terkait dengan keberadaan pesantren pesantren milik Muhammadiyah terutama diwilayah Jawa Barat, beliau menyampaikan bahwa:

1. Model pesantren yang dikelola secara profesional, modern dan Berkemajuan
2. Bahwa Pesantren pesantren Muhammadiyah harus mampu keluar dari bayang bayang pesantren tradisional
3. Pentingnya sinergitas antara lembaga lembaga di Muhammadiyah, salah satunya dengan LAZISMU untuk didorong adanya jaminan pinansial untuk setiap mudir pondok.

Sementara ketua LPPM PP Muhammadiyah yang disampaikan pak DR. Masykuri menekankan adanya kewenangan yang tidak dimiliki oleh LP2M sehingga LP2M tidak bisa membuat regulasi tentang kebijakan yang berhubungan langsung dengan pesantren, dimana selama ini LP2M merupakan lembaga dibawah DIKDASMEN PP Muhammadiyah.



Sidang Komisi
Dalam teknis pembagian pembahasan, pesantren Al-Manaar bergabung dengan pesantren DA, Al-Furqon Cibiuk dan Tasik, at-Tajdid, Amanah dan dari Muallimat Jogja membahas seputar manajemen pengasuhan santri, dimana tiap tiap  orang mempresentasikan sekaligus menyusun ulang desain pengasuhan yang disesuaikan dengan panduan dan draf yang telah disusun pada hasil workshop 1&2.
Akhirnya betapa kecilnya pesantren kita dihadapan raksasa pengelolaan pesantren yang sudah muncul dan berkembang lebih hebat dari pesantren Al-Manaar, namun dibalik itu semua kita patut bersyukur kepada Allah berkat bimbingan bp. Kiyai Haji Iyet Mulyana, dan bp. DR. Dadang Syaripudin pesantren Al-Manaar terus dipaksa untuk ikut berkiprah ditingkat Nasional.

Catatan pinggir;
K.H. DR. Dadang Syaripudin mengatakan kalau mungkin waktu serah terima tanah wakaf yang di Giri Mukti kita hadirkan ketua PP Muhammadiyah.

Kedua; bahwa jabatan mudir itu tidak hanya dibatasi dengan 2 periode, kalau perlu minimal 5 periode, dan selama itulah maka rencana pesantren itu diwujudkan dengan sempurna. Hal itu kemudian diamini oleh ketua LP2M Wilayah Jawa Tengah.

Demikian laporan sementara...

Kontributor: 
Iin Gunawan, S.Pd.I.
Mudir Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk
Kab. Garut Jawa Barat

Minggu, 01 Januari 2023

Sah!!! Tanfidz Keputusan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah Tahun 2022

Posted by Jajang Nurjaman On Januari 01, 2023 | No comments

 


Program Muhammadiyah 2022–2027 merupakan penjabaran dan penajaman dari program jangka panjang untuk lima tahun keempat dari rencana strategis Muhammadiyah 2005–2025. Dalam rencana strategis Muhammadiyah tersebut dapat dilihat bahwa periode saat ini memasuki tahapan keempat (2020–2025) dari renstra Muhammadiyah sejak Muktamar tahun 2005. Namun karena pandemi Covid-19 sebagaimana keputusan Tanwir tahun 2020 dan Tanwir 2021 rentang waktunya mengalami perubahan menjadi periode 2020–2027 di mana pelaksanaan Muktamar berlangsung pada 18–20 November 2022. Karenanya renstra keempat Muhammadiyah mengalami penyesuaian dalam rentang lima tahunan yakni program jangka menengah tahun 2022–2027. 

Kebijakan program Muhammadiyah pada lima tahun keempat atau terakhir (2020–2027/2022–2027) difokuskan pada: (1) terciptanya seluruh elemen sistem gerakan Muhammadiyah yang unggul; (2) terciptanya kondisi dan faktor-faktor pendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya; serta (3) berkembang luasnya peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan umat, bangsa, dan dinamika global. 

Muhammadiyah menetapkan visi jangka panjang antara rentang tahun 2005–2025 yakni: “Tumbuhnya Kondisi dan Faktor-Faktor Pendukung bagi Perwujudan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya”.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2022 - 2027

Adapun visi jangka panjang Muhammadiyah tersebut di bagi dalam empat visi pengembangan jangka menengah lima tahunan masingmasing sebagai berikut.

Visi Pengembangan 2005–2010:

Tertatanya manajemen organisasi dan jaringan agar mampu dan efektif untuk menjadi Gerakan Islam yang maju, profesional, dan modern, serta untuk meletakkan landasan yang kokoh bagi peningkatan kualitas Persyarikatan dan amal usaha.

Visi Pengembangan 2010–2015:

Meningkatnya konsolidasi Gerakan dan mantapnya manajemen organisasi di seluruh jenjang dan jenis kepemimpinan, serta untuk memobilisasi sumber daya yang dimiliki Muhammadiyah bagi peningkatan kualitas dakwah yang dilakukan Persyarikatan dan amal usaha.

Visi Pengembangan 2015–2020:

Meningkatnya peran Muhammadiyah dalam pemberdayaan umat dan bangsa sebagai perwujudan dari peran Muhammadiyah dalam pengembangan masyarakat madani di Indonesia, serta dengan tetap menjaga kualitas Persyarikatan dan amal usaha Muhammadiyah.

Visi Pengembangan 2020–2027:

Meningkatnya sinergi dengan seluruh komponen umat, bangsa, dan kemitraan internasional agar terciptanya pranata sosial berkemajuan bagi tumbuh dan kembangnya nilai-nilai Islam di Indonesia sebagaimana tujuan Muhammadiyah dengan tetap meningkatkan kualitas Persyarikatan dan amal usaha secara berkesinambungan.

Dalam perumusan dan penentuan program lima tahun ke depan yakni tahun 2022–2027 tidak dapat dipisahkan dari dinamika internal dan eksternal Muhammadiyah. Sejak Muktamar ke-47 Muhammadiyah tahun 2015 di Makassar, Muhammadiyah menegaskan posisi institusionalnya

terhadap negara dan ideologi negara yakni Pancasila melalui dokumen resmi “Negara Pancasila sebagai Dâr Al-‘Ahdi Wa Al-Syahâdah”. Artinya bagi Muhammadiyah sejak Indonesia diproklamasikan 17 Agustus 1945 dan ditetapkannya konstitusi UUD 1945 pada 18 Agustus 1945 di mana Muhammadiyah dan para tokohnya terlibat aktif dalam pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahwa NKRI telah menjadi konsensus atau kesepakatan nasional yang harus dipegang teguh dan tidak dapat diingkari maupun diubah oleh dasar dan sistem negara dalam bentuk apapun, bersamaan dengan itu harus dibangun secara konstitusional berdasarkan Pancasila dengan pertanggungjawaban yang tinggi menuju tercapainya cita-cita nasional yaitu Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, maju, adil, makmur, dan bermartabat sebagai Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur.

Selengkapnya Tanfidz Keputusan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah Tahun 2022 dapat didownload di sini!


Korp Instruktur Perkaderan PDM Garut

Posted by Jajang Nurjaman On Januari 01, 2023 | No comments

 




























Sabtu, 31 Desember 2022

Terbaru! Dokumen Badan Hukum Persyarikatan Muhammadiyah

Posted by Jajang Nurjaman On Desember 31, 2022 | No comments

 


Dokumen Badan Hukum Muhammadiyah merupakan landasan hukum bagi persyarikatan Muhammadiyah dan seluruh amal usahanya pada bidang keagamaan, sosial, pendidikan dan kesehatan. Seluruh badan hukum amal usaha Muhammadiyah di semua tingkatan menggunakan dokumen yang sama, satu dokumen badan hukum untuk semua amal usaha di seluruh  tingkatan (pusat, wilayah, daerah, cabang dan ranting).

Berikut kami lampirkan dokumen badan hukum dan surat - surat pengakuan Muhammadiyah sebagai badan hukum dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tahun 2016 dan Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2022.

1. Dokuman Badan Hukum download
2. Surat Penjelasan Badan Hukum Muhammadiyah dari Kementerian Dalam Negeri dan Kemenkumham 2016 download
3. Surat Penjelasan Badan Hukum Muhammadiyah dari Kemenag RI 2022 download
4. Dokuman Badan Hukum Lengkap download

Semoga bermanfaat !!!

Senin, 24 Oktober 2022

MENGAPA PENDAKWAH BANYAK MUSUHNYA?

Posted by Jajang Nurjaman On Oktober 24, 2022 | No comments

 

Gambar : khoiri_tomboati
 
Dakwah bukan hanya menganjurkan orang berbuat baik, tetapi dakwah juga merupakan upaya mencegah KEMUNGKARAN.
Dakwah dari sisi menganjurkan manusia agar melakukan  kebaikan merupakan sisi yang aman, tidak ada resiko mendapat perlawanan, tentu karena ajakan berbuat baik belum menabrak kepentingan orang. Dakwah menyeru manusia berbuat baik (amar ma'ruf) andaikata belum dijalankan tetapi tidak ditolak. 

Pengajaran dan pembahasan tentang ibadah khusus seperti bersuci, sholat, puasa, haji, pendidikan baca Al Qur'an, dzikir, do'a, ilmu hikmah juga masih termasuk wilayah yang aman.  Pencerahan bidang psikologi agama, hubungan agama dengan kesehatan, agama dan pendidikan, agama dan teknologi serta bidang bidang disiplin ilmu juga masih termasuk wilayah aman.  Apalagi jika para da'inya punya kemampuan joke, guyonan, banyolan standup komedi yang baik, tentu makin banyak penggemarnya. 

Dakwah baru akan menuai hambatan, tantangan, cercaan, makian, permusuhan, intimidasi bahkan PERSEKUSI jika sudah mulai masuk pada sisi mencegah orang berbuat mungkar, dosa dan maksiat.  Para pemabok tiba-tiba benci ketika anda katakan bahwa mabuk mabukan itu dilarang. 

Mereka yang berzina atau  pekerjaannya adalah zina pasti akan marah jika dikatakan bahwa berzina adalah terlarang dalam agama.  Rentener akan mangkel kalau sang guru ngaji menyampaikan bahwa riba adalah dosa besar. Para penyembah pohon besar, pemakmur makam keramat, pemuja pusaka, dan perbuatan menyekutukan Alloh yang lainnnya akan MURKA kalau perbuatannya disebut syirik. 

Karena itulah, meskipun para pendakwah telah menghiasi dirinya dengan akhlaq, sopan santun, adab ashor, penderma, berbudi luhur, TETAP SAJA para pelaku maksiat yang cinta dengan KEMAKSIATAN tetap akan BENCI dan MEMUSUHI. 

Itulah sebabnya para pendakwah yang lugas, yang berani bersuara dan bertindak MENCEGAH maksiat pasti akan dimusuhi. Walaupun para pendakwah itu sangat tidak suka mendapatkan musuh dan permusuhan, mereka lebih senang KEDAMAIAN. 

Memang begitu fitrahnya, KEBENARAN pasti dimusuhi oleh KEMUNGKARAN, yang mereka musuhi KEBENARANNYA, siapapun yang membawanya meski NABI MUHAMMAD sekalipun tetap akan dimusuhi, padahal puncak akhlaq baik dimiliki oleh Rosululloh SAW, makanya Rosululloh juga punya buanyak musuh. Para pendakwah melakukan tugas dakwah diluar kepentingan pribadinya, itu sebuah kewajiban umat yang ia rela mengembannya. 

Para penjual beriklan untuk meningkatkan penjualan produknya, sopir berkejaran ikhtiar mendapat penumpang, penambang mengamankan wilayah penambangannya,  itu semua ada hubungannya dengan PENDAPATAN. 

Tapi DA'I melakukan upaya MENCEGAH KEMUNGKARAN bukan untuk dirinya, mereka melakukannya untuk menjaga kaumnya, negrinya bangsanya dari murka Alloh. Tetapi dia dengan rela hati menanggung resiko yang keuntungannya bukan untuk dirinya. 

Kalau tidak karena KEIKHLASAN tidak ada yang bersedia mengambil resiko ini, resiko DIMUSUHI bahkan diganggu juga dipersekusi, kalau tidak ada KEIKHLASAN para da'i akan pensiun dini, para da'i penjaga agama akan sepi dan pergi. Pergi dan hilangnya para da'i adalah tanda akan BERKIBARNYA MAKSIAT dan itu tanda MURKA ALLOH sudah dekat. Para da'i tidak punya musuh pribadi, ia dimusuhi karena tugas yang diembannya. 


Tetap semangat
Salam DAKWAH


Senin, 26 September 2022

PEDULI BANJIR BANDANG PAMEUNGPEUK

Posted by Jajang Nurjaman On September 26, 2022 | No comments



 

Banjir Pameungpeuk Kab. Garut Jawa Barat, 23 September 2022. Telah mengakibatkan kerusakan fasilitas pribadi dan umum. Seperti fasilitas PDAM rusak diterjang banjir, sampai sekarang belum selesai diperbaiki. Sebanyak 616 keluarga korban banjir mengalami kerugian material berupa rusaknya rumah, perabotan, binatang ternak, pakaian dan lainnya. Bahkan fasilitas umum pun ikut rusak seperti jembatan gantung dan fasilitas PDAM. Warga Amal Usaha Muhammadiyah yang turut terkena dampak yaitu:
1. Asatidz dan santri Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah
2. Siswa SMP Muhammadiyah Pameungpeuk.
Salurkan bantuan anda melalui Lazismu Garut Bank Syariah Indonesia; 7050998805

PENDAFTARAN ANGGOTA MUHAMMADIYAH ONLINE

Posted by Jajang Nurjaman On September 26, 2022 | No comments

 

SELAMAT DATANG DI LAYANAN KTA MUHAMMADIYAH ONLINE

  •  > Layanan ini hanya berlaku untuk pemohon NBM baru.
  •  > Permohonan akan diproses setelah melengkapi upload blanko pengesahan, pas foto, dan bukti transfer

Silahkan klik link di bawah untuk mengisi formulir keanggotaan baru

DAFTAR KTAM

Jumat, 15 Juli 2022

LARANGAN MIHRAB IMAM LEBIH TINGGI DARI MA’MUM DALAM SHALAT

Posted by Jajang Nurjaman On Juli 15, 2022 | No comments

 

Gambar: https://bimbinganislam.com

    Oleh: 
Abu Rayyan

Pertama, Pada dasarnya, islam melarang posisi imam ketika shalat jamaah, lebih tinggi dibandingkan posisi makmum. Ada beberapa dalil yang menunjukkan hal ini, diantaranya,

Dari Adi bin Tsabit al-Anshari bahwa ada seseorang yang bersama sahabat Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu di kota al-Madain. Ketika datang waktu shalat dan dikumandangkan iqamah, Ammar maju menjadi imam dan berdiri di atas dukkan, sementara makmum shalat di bawah. Melihat ini, Hudzaifah-pun maju dan menarik tangannya Ammar, beliaupun mengikuti Hudzaifah, hingga Hudzaifah menurunkan amar di tanah. Seusai shalat, Hudzaifah berkata kepada Ammar,

أَلَمْ تَسْمَعْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا أَمَّ الرَّجُلُ الْقَوْمَ فَلَا يَقُمْ فِي مَكَانٍ أَرْفَعَ مِنْ مَقَامِهِمْ» أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ؟، قَالَ عَمَّارٌ: لِذَلِكَ اتَّبَعْتُكَ حِينَ أَخَذْتَ عَلَى يَدَيَّ

Tidakkah anda mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Apabila seseorang mengimami masyarakat, janganlah dia berdiri di tempat yang lebih tinggi dari posisi makmum.” atau yang semacam itu?

Ammar menjawab: ’Dan karena itu, saya mau mengikutimu ketika engkau menarik tanganku.’ (HR. Abu Daud 598 dan dinilai hasan li ghairihi oleh al-Albani)

Keterangan:

Dukkan: tempat yang digunakan untuk duduk sebagaimana kursi, biasanya dalam bentuk bangunan kotak kecil di dasar tembok, layaknya teras sebuah rumah.

Kedua, dinyatakan dalam hadis riwayat Bukhari & Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat di atas mimbar. Sahabat Sahl bin Sa’d as-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

وَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ عَلَيْهِ فَكَبَّرَ وَكَبَّرَ النَّاسُ وَرَاءَهُ، وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، ثُمَّ رَفَعَ فَنَزَلَ الْقَهْقَرَى حَتَّى سَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ، ثُمَّ عَادَ، حَتَّى فَرَغَ مِنْ آخِرِ صَلَاتِهِ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا بِي، وَلِتَعَلَّمُوا صَلَاتِي»

Saya pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami di atas mimbar. Beliau takbiratul ihram dan jamaahpun ikut takbir di belakang beliau, sementara beliau di atas mimbar. Kemudian, ketika beliau i’tidal, beliau mundur ke belakang untuk turun, sehingga beliau sujud di tanah. Lalu beliau kembali lagi ke atas mimbar, hingga beliau menyelesaikan shalatnya. Kemudian beliau menghadap kepada para sahabat, dan bersabda,

”Wahai para sahabat, aku lakukan ini agar kalian bisa mengikutiku dan mempelajari shalatku.” (HR. Bukhari 377, Muslim 544, Nasai 739, dan yang lainnya).

Karena beliau mengimami shalat di atas mimbar, posisi belia lebih tinggi dari pada makmum.

Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan, imam boleh berada di posisi lebih tinggi dari pada makmum, jika ada kebutuhan. Misalnya, agar bisa dilihat makmum atau agar suaranya lebih didengar oleh makmum.

Ibnu Qudamah mengutip keterangan Imam as-Syafii,

وقال الشافعي: أختار للإمام الذي يعلم من خلفه أن يصلي على الشيء المرتفع، فيراه من خلفه، فيقتدون به؛ لما روى سهل بن سعد

“Saya berpendapat bahwa imam yang hendak mengajari shalat makmum di belakangnya, dia boleh shalat di tempat yang tinggi, agar bisa dilihat oleh orang yang berada di belakangnya, sehingga mereka bisa mengikuti shalatnya imam, berdasarkan hadis yang diriwayatkan Sahl bin Sa’d.” (al-Mughni, 2/154).

 Ketiga, Kebolehan mihrab lebih tinggi dari ma’mum dalam shalat bersifat Illat (sebab) artinya pengecualian diantaranya imam bermaksud untuk mengajarkan bagaimana cara shalat yang benar.

Sementara apabila cara shalat itu sudah bisa disampaikan melalui media yang lain, misalnya melalui pengajian rutin, tayangan video atau melalui media-media lainnya makanya kebolehan mihrab imam lebih tinggi dari pada ma’mum maka gugur dengan sendirinya. Wallahu A’lamu.


Rabu, 06 Juli 2022

LOKASI SHALAT IDUL ADHA 1443 H, SABTU 9 JULI 2022

Posted by Jajang Nurjaman On Juli 06, 2022 | No comments

 


Idul Adha tahun 1443 H / 2022 M ini sangat istimewa khususnya bagi umat Islam khususnya yang ada di Indonesia. Kementerian Agama RI telah menetapkan Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1443 H jatuh pada hari Ahad, 10 Juli 2022 M. Sementara itu sebelumnya Muhammadiyah menetapkan 10 Zulhijjah 1443 H jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli 2022. Namun demikian perbedaan ini tidak menjadi masalah mengingat hal itu merupakan bagian dari kebebasan dalam beribadah yang dilindungi oleh Undang-undang.

Ini terjadi bukan semata-mata karena perbedaan metode hisab dan rukyat, melainkan terkait kriteria tinggi hilal. Pemerintah menetapkan ketinggian minimal hilal 3 derajat, sedangkan Muhammadiyah asal telah terjadi konjungsi dan konjungsinya sebelum matahari terbenam maka telah ditetapkan sebagai bulan baru. Menyikapi perbedaan ini mari kita sama-sama menghormati putusan masing-masing. 

Bagi masyarakat yang akan melaksanakan shalat Idul Adha hari Sabtu, 9 Juli 2022 M ada beberapa tempat di wilayah selatan Garut yang dapat menjadi referensi sebagai berikut:
1. Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk
2. PRM Paas (DKM At-Taubah)
3. PRM Mandala(DKM al-Insyiroh)
4. PRM Pameungpeuk (DKM al-Muttaqin)
5. PRM Cibarani (DKM al-Hidayah)
6. PRM Pabuaran (DKM Al-Mukhtar)
7. PRM Mancagahar (DKM al-Bayyinah)
8. PRM Jatimulya (DKM al-Irsyad
9. PRM Babakan (DKM al-Kautsar)
10. PRM Junti (Komplek SMP dan SMK Muhammadiyah)
11. PRM Mekarsari (DKM al-Syifa)
12. DKM Cadas Ngampar
13. PRM Cikanyere (DKM Arrahmah)
14. PRM.Tarengtong (Komplek Perumahan)
15. PCM.Mekarmukti (DKM Al-Muhajirin)
16. DKM Nurul Hikmah Manisi Pameungpeuk
17. DKM Al-Falah Depok
18. DKM al-Muhajirin Pagelaran Depok
19. PCM Cikelet lokasi di MI Muhammadiyah Cijambe
20. DKM Al-Amanah Depok
21. DKM Al-Furqon Depok
22. DKM Heras Depok
23. DKM Nurussalam Depok
24. PRM Cipicung Depok
25. DKM Al-Muawwanah Depok
26. DKM Al-Muttaqin Depok
27. DKM Al-Ikhlas Depok
28. PRM Sancang
29. PCM Bungbulang (masjid al-Muhajirin)
30. DKM Asysyifa Mancagahar

Mudah-mudahan ibadah Idul Qurban kita diberkahi Allah subhanahu wata'ala.

Sumber: Majelis Tabligh PCM Pameungpeuk